New York, KompasOtomotif - Menurut McKinsey and Company di New York, Amerika Serikat, satu dari tiga konsumen Jepang kapok membeli mobil listrik. Jika ingin membeli mobil baru, akan pindah ke lain hati, mobil dengan mesin konvensional.
"Mobil listrik dinilai tidak tahan lama. Nasibnya sama dengan ponsel lama atau pemutar kaset. Anak-anak lebih menyukai iPod," komentar Dave Sullivan, Manajer Analisis Produk dari Auto Pacific Incorporated yang dilansir Inautonews (21/3/2013).
Laporan menunjukkan, sebagian konsumen tidak dibekali informasi cukup tentang mobil listrik. Keputusan mereka membeli, sekedar ingin tahu dan memperoleh pengalaman baru.
Iming-iming biaya operasional murah, subsidi pemerintah dan uji coba oleh jaringan pemasaran berhasil merayu konsumen. Sebaliknya, tagihan listrik rumah tangga membengkak. Di samping itu juga masih sulit mencari tempat pengisian baterai.
Hasil studi tersebut merupakan preseden buruk bagi produsen mobil listrik, trutama di Amerika Serikat. Pasalnya, minat konsumen di negara itu terhadap mobil listrik masih rendah.
Tahun lalu, penjualan mobil listrik memang naik tiga kali lipat, 50.000 unit, namun jauh dari ekspektasi. Pemerintah Obama bahkan pernah menargetkan penjualan mobil listrik di Amerika Serikat mencapai 1 juta unit pada 2015. Kenyataan masih jauh dari harapan!
Anda sedang membaca artikel tentang
Konsumen Jepang Kapok Membeli Mobil Listrik
Dengan url
https://sainsisteck.blogspot.com/2013/03/konsumen-jepang-kapok-membeli-mobil.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Konsumen Jepang Kapok Membeli Mobil Listrik
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Konsumen Jepang Kapok Membeli Mobil Listrik
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar